Terima Harmony Award, Bupati Klungkung : Kerukunan Aset Penting Dalam Keragaman

Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta mengucapkan syukur serta terima kasih kepada segenap elemen masyarakat kabupaten Klungkung yang mengerti arti penting sebuah kerukunan, sebagai aset penting dan mahal dalam sebuah keberagaman. Keberagaman ini sangat indah, harus terus dijaga dan dirawat dengan baik sehingga terwujud kehidupan yang harmonis di tengah masyarakat. Hal tersebut disampaikan oleh Bupati Suwirta ketika menerima penghargaan Harmony Award dari Kementerian Agama di ruang rapat Bupati Klungkung Senin (11/1/2021).  Turut hadir Sekda Klungkung I Gede Putu Winastra, Kaban Kesbangpol I Gede Kusumajaya, Kabid Ideologi dan Wawasan Kebangsaan Badan Kesbangpol I Wayan Sudiarsa, serta Ketua FKUB Kabupaten KLungkung I Gusti Made Warsika.

“Tentu kami bersyukur atas capaian ini. Walaupun bukan tujuan utama, tetapi yang terpenting adalah bagimana membuat Kabupaten Klungkung ini menjadi aman dan rukun dengan spirit Gema Santi. Mari kita jaga dan tingkatkan kerukunan umat beragama di Kabupaten Klungkung, karena mempertahankan penghargaan ini lebih sulit dari pada meraihnya”, ujar Bupati Suwirta.

Bupati Suwirta pun merasa bangga karena Kabupaten Klungkung mampu mengawinkan penghargaan Harmony Award, karena FKUB Kabupaten Klungkung juga memperoleh Harmony Award.

“Kita patut berbangga karena Klungkung menjadi satu-satunya kabupaten di Indonesia yang mampu mengawinkan penghargaan Harmony Award”, tambahnya.

Lebih lanjut Bupati menyatakan bahwa diterimanya penghargaan ini tidak bisa dilepas dari upaya bersama seluruh masyarakat kabupaten Klungkung, sehingga kabupaten Klungkung pun telah menerima berbagai penghargaan seperti penghargaan Kabupaten Layak HAM yang diterima sebanyak 6 kali berturut-turut. Banyak hal telah dilakukan untuk membangun kerukunan ini, seperti mencegah timbulnya pertikaian antar umat beragama gara-gara perkelahian antar pemuda, melasukan blusukan serta buka puasa bersama pada bulan puasa. Bahkan tak segan-segan Bupati harus “menurunkan harga diri” demi terciptanya kerukunan umat beragama di kabupaten Klungkung.

I Gusti Made Warsika menyatakan, penghargaan ini merupakan bukti, bahwa apa yang telah dilakukan bersama seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Klungkung mendapat perhatian dari pemerintah pusat. Kemenag dalam hal ini melihat sejauhmana peran dan partisipasi serta kontribusi Pemda dan FKUB di berbagai daerah dalam pemeliharaan kehidupan keagamaan dan penguatan kerukunan umat beragama.

“Harmony Award merupakan penghargaan kepada Pemda dan FKUB sebagai bentuk apresiasi terhadap partisipasi dan kontribusi mereka dalam merawat dan menguatkan kerukunan umat beragama di Indonesia,” sebutnya.

Sebelumnya, Kaban Kesbangpol, I Gede Kusumajaya, mengatakan ada variabel kriteria penilaian dalam pemberian penghargaan Harmony Award dari Kemenag. Diantaranya peran dan fasilitasi Pemda, baik dalam penganggaran dan sarana prasarana dalam kerukunan. Variabel penilaian untuk FKUB antara lain terkait pelaksanaan tugas dan fungsi FKUB dalam PBM Nomor 9 dan 8 Tahun 2006, inovasi program, serta fungsi deteksi, mediasi, rekonsiliasi, dan rekomendasi. Selain itu, ada juga variabel penyelesaian isu, kasus kerukunan yang berkembang di berbagai daerah.

“Dengan Harmony Award yang diberikan, membuktikan bahwa di Kabupaten Klungkung toleransi antar umat beragama terjalin indah,” ucapnya. #salamgemasanti

Tinggalkan komentar