22 Desa/Kelurahan di Klungkung Terpapar Covid-19

Sebanyak 22 desa dan kelurahan dari 59 desa dan kelurahan yang ada di kabupaten Klungkung telah terpapar Covid-19. Hal tersebut mengemuka dalam rapat  Tim Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Klungkung di Ruang Rapat Praja Mandala Kantor Bupati, Minggu (7/6/2020).

Data  ini disampaikan oleh  Kadiskes Klungkung, dr. Made Adi Swapatni yang juga melaporkan bahwa  jumlah ini meningkat dari tranmisi lokal.

Dalam rapat tersebut, Bupati Suwirta yang juga selaku Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Klungkung menegaskan untuk 22 desa/kelurahan yang terpapar Covid-19  agar segera menerapkan karantina dusun atau banjar. Di samping itu kewaspadaan harus ditingkatkan dengan melaksanakan protokol kesehatan di manapun berada.

Terkait penyeberangan ke Nusa Penida, Bupati Suwirta meminta untuk Penyebrangkan ke nusa penida lebih diperketat dan kordinasi lebih ditingkatkan pada Buda Cemeng Klawu tanggal 17 Juni 2020 mendatang tepat odalan di Pura Dalem Ped.

Lebih lanjut Bupati Suwirta mengatakan terkait adanya kasus salah seorang pedagang pasar Galiran yang terjangkit Covid-19, Bupati Suwirta mengatakan tidak ada penutupan pasar melainkan akan dilakukan penutupan memakai radius dari tempat pedagang yang positif tersebut. Untuk pasar desa lebih diperketatkan kembali mulai jam buka tutupnya dan prilaku pedagang sesuai dengan standar protokol kesehatan.

” Jangan sampai kasus positif ini merambat ke pasar desa,” ujar Bupati Suwirta.

Terkait dengan salah satu pedagang pasar Galiran yang dinyatakan positif Covid-19, sebanyak 200 orang lebih menjalani rapid test di Terminal Galiran Klungkung, Sabtu (13/6/2020). Tes cepat di Terminal Galiran menyasar orang-orang yang sempat kontak dengan pedagang yang positif Covid-19 di pasar

Menurut Bupati Suwirta,  langkah ini lakukan sebagai pencegahan awal, agar semua yang pernah kontak langsung bisa diberikan penanganan sehingga tidak menimbulkan dampak yang lebih parah sembari berdoa agar semua hasil rapid tes ini negatif.

“Apa yang kita lakukan ini ingin sesegera mungkin memutus penyebaran dari Covid-19 ini. Pasar umum ini aman untuk dikunjungi dengan melakukan protokol kesehatan dengan baik,” tandasnya.

Sebelumnya pada Jumat (5/6) juga telah dilakukan rapid test terhadap 142 orang pedagang dan pegawai pasar Galiran.#SalamGemaSanti

Tinggalkan komentar